Peristiwa naas itu terjadi pada tanggal 5 Juli 2009, ketika kereta api Prambanan Ekspres menabrak sebuah bus di Klaten, Jawa Tengah. Salah satu penyebab terjadinya peristiwa tersebut tidak adanya palang pintu rel kereta api, warga sekitar sudah resah akibat tidak adanya pengaman KA akibatnya sudah sering terjadi kecelakan di jalur KA tersebut.Didalam bus terdapat kurang lebih 40 penumpang padahal sebenarnya kapasitas bus tersebut hanya berjumlah 25 orang, yang korban secara keseluruhannya adalah keluarga pengantin pria. Menurut Kepolisian setempat 15 orang tewas yang sebagian besar terdiri dari anak – anak dan lansia, sebagiannya lagi menderita luka parah dan ringan.
Kronologis kecelakan, menurut koran radar cirebon ;
- Bus tiba di pelintasan KA tanpa pintu di Desa Pokak, kec. Ceper, klaten sekitar pukul 10.15 dari arah barat. Kereta Prameks nomor loko 759 jurusan Solo – Jogja melaju dari arah utara. Sebelum musibah, pengendara sepeda motor(mogok) yang di depan bus tersebut sudah memperingatkan tapi pengemudi tetap nekat melaju.
- Supir bus nekat melewati perlintasan. Bus tiba – tiba mogok. Dan dariarah utara kereta melaju dengan cepat. Bus dihantam KA hingga terseret 300 meter, gerbong dan lokomotif anjlok.
Yang semula acara pernikahan lancar dan hikmat tiba – tiba tanpa disangka – sangka peristiwa yang tidak diinginkan dan diharapkan itu pun terjadi. Kedua mempelai sempat tidak sadarkan diri mendengar berita tersebut. Bahkan acara resepsi yang disemula sudah dipersiapkan akhirnya dibatalkan dan dundur dalam waktu yang belum bisa ditentukan, menurut salah satu kerabat mempelai. Keluarga hanya bisa menerima dan pasrah. Pihak KA meminta pertanggung jawaban pada pihak bus karena akibat kelalaian supir bus, PT. KA pun memperoleh kerugian(menurut beberapa sumber).
